Drug Related Problems dan Hubungan Lingkungan terhadap Kejadian Diare Balita di UPT Puskesmas Bandar Jaya

Authors

  • Sadita Putri Maharani Universitas Kader Bangsa
  • Trirahmi Hardiyanti Universitas Kader Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.57213/medlab.v4i2.364

Keywords:

Diarrhea, Drug-Related Problems (DRPs), Toddlers, Environmental Sanitation, Cross-sectional

Abstract

Diarrhea is a major health problem in toddlers because it can cause dehydration, malnutrition, and even death. During the treatment process, Drug-Related Problems (DRPs) often arise, which can reduce the effectiveness of therapy and worsen the patient's condition. This study aims to analyze the incidence of DRPs in toddlers with diarrhea and assess the relationship between environmental factors, including clean water sources, family feces disposal sites, waste disposal facilities, and garbage disposal facilities with the incidence of diarrhea. The study used a quantitative descriptive observation method with a cross-sectional design. The study location was the Bandar Jaya Community Health Center (UPT Puskesmas) with a sample of 80, consisting of 40 medical records and 40 toddler family questionnaires. Analysis was carried out univariately for data distribution and bivariately using the Chi-Square test to determine the relationship between variables. The results showed three categories of DRPs, namely too low a dose of 2 cases (40%), indications without drugs 2 cases (40%), and additional drugs 1 case (20%). Bivariate analysis showed that three environmental variables were significantly associated with diarrhea incidence: family fecal disposal site (p=0.004), waste disposal facility (p=0.001), and waste disposal facility (p=0.007). Meanwhile, clean water sources had no significant association (p=0.536). In conclusion, DRPs are still found in toddlers with diarrhea, and environmental factors, especially sanitation, play a significant role in the high incidence. Integrated efforts to improve medication management and environmental sanitation are needed to reduce the incidence of diarrhea in toddlers.

References

Abidin, K., Ansariadi, A., & Thaha, I. L. M. (2022). Faktor air, sanitasi, dan higiene terhadap kejadian diare pada balita di permukiman kumuh Kota Makassar. Hasanuddin Journal of Public Health, 3(3), 301–311.

Adamy, A., & Arbi, A. (2024). Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian diare balita pada keluarga masyarakat miskin dan tidak miskin di wilayah kerja Puskesmas Jaya Baru Kota Banda Aceh. Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 1(2), 1–10.

Afqary, A., et al. (2020). Evaluasi drug related problems (DRPs) pengobatan diare pada pasien balita di instalasi rawat inap Rumah Sakit Azra Bogor. Jurnal Farmamedika, 4(2), 1–10.

Amran, H. F. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Rejosari Pekanbaru. Jurnal Kebidanan, 1–10.

Arlinda, & Faustine, A. (2016). Identifikasi drug related problems (DRPs) pada pasien anak gastroenteritis akut di instalasi rawat inap RSU Anutapura Palu. Journal of Pharmacy, 2(1), 43–48. FMIPA Universitas Tadaluko Palu.

Armisman, D. A. (2024). Kajian penggunaan antibiotik amoxicillin dan cotrimoxazole pada pasien diare pediatrik di Klinik Jeddah Makassar. Journal Pharmacology and Pharmacy Scientific, 3(2), 35–43.

Astawan, W. J., & Sofyandi, A. (2024). Hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Masbagik Baru. Empiricism Journal, 5(1), 1–10.

Asyhar. (2017). Identifikasi drug releated problems (DRPs) pada pasien diare di perawatan anak RSUD Pangkep Sulawesi Selatan. Jurnal Farmasi Poltekkes, 13(32), 1–10.

Ayu, I., Pradnya, P., & Agung, A. (2023). Karakteristik pasien diare anak umur 2–5 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar. Aesculapius Medical Journal, 3(2), 180–187.

Bhaskoro, R., & Mulyawan, B. (2017). Hubungan pemberian makanan padat dini dengan kejadian diare pada bayi di RSUD Ambarawa. Jurnal Saintika Medika, 9(1), 104–110.

Chondrosuro, H. (2017). Rasionalitas penggunaan obat pada kasus diare pasien balita di RSU PKU Muhammadiyah Gombong periode Juli–Desember 2017. Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(2), 1–10.

Fauzi, Y., Setiani, O., & Raharjo, M. (2015). Analisis sarana dasar kesehatan lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 1–10.

Fontaine, O., et al. (2008). Effectiveness of zinc supplementation plus oral rehydration salts compared with oral rehydration salts alone as a treatment for acute diarrhea in a primary care setting: A cluster randomized trial. Journal of Pediatrics, 121(5), 1–10.

Hamzah, B. (2020). Analisis hubungan personal hygiene dengan kejadian diare pada anak usia 4–5 tahun di Desa Muntoi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 1–10.

Hasanah, F. (2018). Gambaran penggunaan antibiotik pada penderita diare akut anak rawat jalan di UPTD Puskesmas Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan. Jurnal Farmasi, 18(1), 51–60.

Irianto, J., Soesanto, S. S., Supraptini, I., Irianti, S., & Anwar, A. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada anak balita. Jurnal Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, 24(1), 77–96.

Juliansyah, E., Haryanti, Y., & Masan, L. (2021). Faktor yang berhubungan dengan pencegahan penyakit diare pada balita di Puskesmas Tempunak Kabupaten Sintang. Gorontalo Journal of Public Health, 4(2), 1–10.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Panduan sosialisasi tatalaksana diare balita (Vol. 5, Issue 1).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Profil kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan. Retrieved from https://pusdatin.kemkes.go.id

Kumarijati, E. N., Suyudi, H., & Keman, S. (2016). Determinan kualitas air sumur gali umum dan hubungannya terhadap kejadian diare: Studi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(1), 1–10.

Kurniawati, R. D., & Abiyyah, S. F. (2021). Analisis sanitasi dasar lingkungan dengan kejadian diare balita di Kelurahan Babakansari Kecamatan Kiaracondong Bandung. Jurnal Kesehatan, 4(1), 75–84.

Maragkoudaki, M., Chouliaras, G., Moutafi, A., Thomas, A., Orfanakou, A., & Papadopoulou, A. (2018). Efficacy of an oral rehydration solution enriched with Lactobacillus reuteri DSM 17938 and zinc in the management of acute diarrhoea in infants: A randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Nutrients, 10(9), 1–12. https://doi.org/10.3390/nu10091189

Maywati, et al. (2023). Sanitasi lingkungan sebagai determinan kejadian penyakit diare pada balita di Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya. Gorontalo Journal Health and Science Community, 1(1), 1–10.

Melvani, R. P., Zulkifli, H., & Faizal, M. (2019). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian diare balita di Kelurahan Karya Jaya Kota Palembang. JUMANTIK, 4(1), 57–65.

Nelyta, O., et al. (2023). Kejadian diare pada balita dan faktor risikonya. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 1(1), 66–75.

Nursa’in, S. H. (2017). Gambaran penggunaan oralit dan zink pada kasus diare. Jurnal Farmasetis, 6(1), 25–28.

Oktavianasari, A., Fatoni, R., et al. (2025). Pola peresepan obat diare pada pasien balita di instalasi rawat jalan RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan periode Januari–Juni 2024. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 3(1), 1–10.

Perangin Angin, R. M. (2024). Evaluasi drug related problems (DRPs) pada pasien di ruang anak rawat inap di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung dengan diagnosa diare. Jurnal Farmasi, 10(63), 691–701.

Ponirah, P., & Harini, R. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita usia 0–60 bulan. Malahayati Nursing Journal, 4(12), 3460–4567.

Puhi, C. N. S., Nuraina, A., & Febriyona, R. (2023). Hubungan status gizi dengan kejadian diare pada balita 0–5 tahun. Jurnal Nurse, 6(1), 1–10.

Putra, I., Saniathi, N., & Suryaanditha, P. (2023). Karakteristik penderita diare pada balita yang dirawat inap di RSUD Tabanan periode 2020–2021. Aesculapius Medical Journal, 3(2), 188–193.

Rahmah, F. W., et al. (2022). DRPs (drug related problems) pada pengobatan diare akut pasien rawat inap Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya. Journal Pharmacy, 2(1), 1–10.

Rau, M., & Novita. (2021). Sarana air bersih dan kondisi jamban terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tipo. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 110–126.

Saputri, N., & Astuti, Y. P. (2019). Hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Bernung. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 10(1), 101–110.

Satrianjaya, I., Nesa, N., & Mahalini, D. (2019). Karakteristik diare pada anak di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2017. Jurnal Sains Medis, 10(1), 159–167.

Schindler, E., Richling, I., & Rose, O. (2021). Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) drug-related problem classification version 9.00: German translation and validation. International Journal of Clinical Pharmacy, 43(3), 726–730.

Setiyono, A. (2019). Faktor risiko kejadian diare pada masyarakat Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 15(2), 48–59.

Sudiarti, P. E. (2020). Gambaran kejadian diare pada anak usia <2 tahun di Puskesmas Kampar Kabupaten Kampar tahun 2019. Jurnal Ners, 4(2), 107–109.

Tambunan, E. (2015). Perilaku perawatan diare pada anak balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Pulogadung Jakarta. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 11(1), 54–65.

Vitiana, D. N. L., & Martini, R. H. (2017). Gambaran kejadian diare balita 6–24 bulan dan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada penyajian MP-ASI lokal di Kelurahan Tandang, Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(4), 1–10.

World Health Organization. (2011). Integrated management of childhood illness: Caring for newborns and children in the community. WHO Press.

Yanti, R., Purwati, N., & Ranjini, R. (2023). Evaluasi penggunaan dosis obat diare yang tepat pada balita di Puskesmas Dara Juanti Sintang. Jurnal Farmasi, 1(1), 1–3.

Zubaidah, Z., & Maria, I. (2020). Rasionalitas penggunaan obat pada kasus diare pasien balita di RSU PKU Muhammadiyah Gombong periode Juli–Desember 2017. Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(2), 1–10.

Zuiatna, D. (2021). Faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tuntungan. Jurnal Kebidanan Sorong, 1(1), 15–25.

Downloads

Published

2025-08-16

How to Cite

Drug Related Problems dan Hubungan Lingkungan terhadap Kejadian Diare Balita di UPT Puskesmas Bandar Jaya. (2025). Jurnal Medical Laboratory, 4(2), 462-479. https://doi.org/10.57213/medlab.v4i2.364